Gagasan juga berkata sama kepada otak
Jutaan kata tersedia dalam aneka bahasa
Hanya cukup menata, tapi tak pernah bisa
Bagaimana bisa meski terdapat seribu bahasa
Rangkaian yg sudah rapi, tak terasa sampai
Beragam istilahpun, tak cukup menjadi definisi
Kadang, diriku memanglah seorang pengecut hina
Tapi mengapa bibirku malah diam membisu
Koneksi hati dan mulut memang benar hancur lebur
Mulut tak pernah mengerti hati, hati yang sepi
Apakah setiap orang memiliki hati?
Atau hati dibiarkan saja mati?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar