Setiap orang diciptakan selalu berbeda dengan orang lainnya. Bahkan mereka yang kembar pun tetap memiliki perbedaan. Lalu apa yang Tuhan inginkan dari perbedaan ini? Untuk saling menghargai? Agar menjadi berwarna? Atau Tuhan memang mempunyai sandiwara-Nya sendiri? Hal itu masih menjadi misteri bagiku.
Mereka datang di dalam hidupmu bukan tanpa sebab. Ya, saya percaya dengan sandiwara indah Tuhan. Bagiku, mereka yang datang memiliki arti tersendiri dalam hidupku. Tidak ada yang sama, selalu datang beragam jenis. Dari fisik yang sudah pemberian Tuhan, pilihan hidup yang mereka tentukan, selera terhadap makanan, film, buku, musik dan masih banyak lagi.
God Bless berkata bahwa dunia ini adalah panggung sandiwara. Dimana setiap orang memiliki perannya masing-masing dalam kehidupan. Ada mereka yang menjadi dirinya sendiri, ada yang hanya berpura-pura, ada tokoh antagonis, protagonis, tokoh kunci dan pemain tambahan yang lewat begitu saja. Lalu apakah peran kita dalam kehidupan ini?
Saya percaya, mereka yang datang dan pergi dalam hidup saya membawa sebuah pelajaran yang tidak dibawa oleh tokoh lain. Mungkin saya tidak sadar, mungkin saya mengabaikan. Tetapi saya selalu tahu apa yang mereka ajarkan, cepat atau lambat. Mereka unik, beragam, mewarnai dinding cerita entah dengan kuas, semprotan, atau hanya cap tangan.
Kita tak pernah berharap mereka yang kita cintai pergi. Kepergian mereka bukanlah hal yang mudah untuk dilupakan. Ini sesuatu yang berat dan kita harus merelakannya. Mungkin karena kehadirannya sudah cukup, waktu yang diberikan Tuhan sudah habis. Tetapi kita sering tak sadar. Kita tak pernah berani menggali lebih dalam.
Kau terus berharap untuk untuk tidak berpisah dengan mereka yang selalu menemani. Mereka selalu ada saat badai menerpa, saat taburan bintang menitik langit. Tapi mereka tetap pergi, dan untuk beberapa kepergian, kita tidak akan berjumpa lagi.
Temanmu tidak pernah ingin kita menangis saat dia pergi. Dia akan sangat menyesal bahwa dia gagal dalam mengajarkan hidup tegar. Dia akan kecewa saat kepergiannya sia-sia. Saat semua meneteskan air mata yang tidak seharusnya. Seperti itulah dia, selalu sok kuat dan sok berani. Mungkin kau tidak pernah tau rasanya kehilangan seorang teman yang berarti.
Mantanmu, sudah pergi dalam hidupmu. Mungkin kita mengutuk kepergiannya, mungkin kita akan mengakhiri dunia kita. Mengambil asumsi bahwa dia menjadi orang paling jahat di dunia, orang nomor satu yang ingin kita celakai. Tapi tidak seperti itu. Kau tahu, dia menunjukan cara menggunakan hati, menghidupkan cinta. Dia memberi arah, hati seorang pria tetaplah hati manusia. Satu ajaran penting yang akan saya ingat adalah "suatu hari akan datang orang yang jauh lebih pantas dariku, yang menghormati segala yang kita lakukan. Dan dia akan datang di pintu gerbang yang sama. Jadi kau tahu, pintu gerbang mana yang kau tunggu."
-untuk mereka yang saya tangisi kepergiannya-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar