Menjalani hari dengan sendiri bukanlah hal yang asing bagiku. Aktivitasku terlalu merepotkan untuk kau ikuti. Pemikiranku juga terlalu terbelakang untuk diselidiki. Biarkanlah aku hidup seperti ini. Bebas terbang kesana kemari hingga lupa diri.
Sudah sangat lama aku tak bersama dirimu. Tak ingin tahu engkau dimana dan bagaimana. Tapi alam semesta mempertemukan kita lagi, dengan skenarionya. Aku hanya menyapa untuk bercanda, kau tertawa dan menerima, sederhana.
Dua kursi dan satu meja untuk kita. Kau sudah menunggu dan aku baru tiba. Tanpa sebuah kata, hanya dengan senyuman kita buka. Saling memandang dalam beberapa detik yang terasa panjang. Meski sementara, tapi kita menikmatinya.
Ada yang berbeda dari saat terakhir kita bertemu. Apa yang telah kau lewati tanpaku, sekarang menjadikanmu. Tak ada masalah dari yang berubah. Bukan hal yang harus aku utarakan padamu. Apa yang berganti hanyalah kemasan, tampak luar yang tak perlu.
Tapi kau tetap sama. Senyuman dan tawa itu masih manis di bibirmu. Hingga caramu berbicara pun tak berubah. Tetap lepas bercerita seperti sedia kala. Tanpa beban, tanpa tekanan. Berbagi hidup di waktu kita tak bersama.
Caramu melihatku tak berubah. Meski dengan segala keadaanku, kau tak pernah memandang rendah. Matamu masih tetap bersinar seperti dulu. Aku tak pernah lagi melihat yang seperti milikmu. Mata yang pernah membuatku rindu.
Kau tak berubah. Caramu bercerita kepadaku, caramu berekspresi kepadaku, caramu tersenyum, caramu tertawa yang selalu membuatku bisu. Caramu melihat diriku, caramu menatap ke arahku, caramu mengungkapkan perasaan dibalik matamu yang dulu juga pernah aku rindu.
-caramu memandangku, tak berubah-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar