Kamis, 07 Februari 2019

Sikap Romantis

Hampir setiap perempuan di dunia mengharapkan kekasihnya melakukan suatu hal yang romantis untuk dirinya. Wanita desa, wanita kota, gadis SMA, wanita kerja, semuanya. Apa yang mereka harapkan? Diperlakukan seperti seorang ratu di suatu kerajaan. Mendapat perlakuan yang cukup jantan dari kekasih hatinya.

Seperti apa perlakuan romantis yang perempuan harapkan? Diberi bunga mawar dengan sedikit kejutan saat memberikannya. Dibawakan buah tangan saat kekasihnya melakukan perjalanan antar negara antar benua. Dibacakan puisi cinta dengan kata "aku pria paling beruntung di dunia karena memilikimu." Bernyanyi tentang harmoni kehidupan yang mereka lalui bersama. Sang kekasih selalu mengingat tanggal penting dalam kehidupannya. Memandang langit senja dengan kepalanya menyandar pada bahu. Atau mungkin tidur di tanah lapang dengan hiasan langit hitam dan titik-titik bintang.

Saya tidak pernah mengerti caranya menjadi seorang pria romantis. Sikap romantis sepertinya bukanlah diriku. Saya bukan sosok yang para wanita idam-idamkan. Jangan paksa aku untuk menjadi seperti itu. Tidak, saya tidak berasal dari lingkungan seperti itu.

Jika seorang wanita berkata saya bersikap romantis, saya tidak akan mengakuinya. itu bukan saya. Mungkin perlakuan itu berasal dari "saya" yang lain. Kepribadian nomor sekian yang tidak saya kenali. Sosok yang tiba-tiba menggantikan posisi "saya" sebagai jiwa dan raga.

Saya hanya memperlakukan wanita dengan pantas. Karena berhadapan dengan wanita maka saya harus tahu batas untuk menjaga. Mengendalikan sikap urakan, perkataan kasar, cara bercanda yang tahu kira-kira sampai mana, dam semua hal buruk dalam diri saya. Tidak ada perlukaan istimewa dari saya terhadap seorang wanita. Siapapun

"Aku pernah kenal satu orang. Seorang pria yang memperlakukanku dengan layak. Seorang pria dimana bertindak apa adanya, menjadi dirinya sendiri yang tidak kuduga. Menghabiskan waktunya, tenaganya dan pikirannya. Pria yang mengajarkanku cinta dengan cara sederhana, Tidak memberiku bunga, bahkan kata-kata mesra tidak pernah terlontar dari bibirnya. Cukup aku menjadi diriku sendiri dan dia menjadi dirinya sendiri. Kita hidup bersama, menjalani semunya bersama dan kita bahagia. Tapi dia...... aku tak pernah bisa mengartikannya, Karena dia hanyalah dia." kenang seorang wanita dengan goresan senyum diwajahnya.


-sayangnya, kata "romantis" tidak pernah ada dalam kamus kehidupanku-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar